Mereka : Gerbong berapi - Sesaat Pintar

Sunday, March 17, 2019

Mereka : Gerbong berapi

Mereka : Gerbong Berapi
 

Ingat kejadian yang menewaskan 100 orang lebih akibat kecelakaan Kereta api 32 tahun silam? Ya bintaro, tepatnya Tragedi Bintaro. Sempat menjadi sorotan media negara luar, karna kecelakaan ini tercatat sebagai kecelakaan tragis dalam perkereta apian Indonesia.
Dan di cerita kali ini, aku akan menceritakan tentang seseorang yang ikut menjadi salah satu dari korban kecelakaan tersebut.

• • •

Pukul 04.11 dini hari, terdapat seorang pria yang sedang menunggu kabar kelahiran anaknya di tempat kerjanya. Kala itu ia sedang duduk didepan kontruksi pembangunan bersama rekannya, sembari menceritakan kegelisannya menunggu kabar kelahiran anaknya. Pria tersebut bernama Sunaryo.

“ Kalo bisa saya izin, saya pengen izin dulu sehari ini saja. Mau nemenin bini lahiran, rasanya ga tega kalo bini lahiran saya disini bukannya disana menemaninya. “

“ya mau begimana Yo, mandor kita kan begitu. “

“iya sih, tapi untungnya saya dapat bantuan dari beliau. Jadi saya Cuma kerja samapi jam 5, jadi nanti saya bisa nemuin istri. “

“Wah enak tu yo! “

“moga saja sampai disana dengan tepat. “
“Amiin. “

“Udah Ayo lanjut kerja lagi! “

“Ayo!”

Lalu mereka kembali berkerja, namun belum sempat Naryo berkerja, mandornya mengatakan bahwa Naryo diizinkan pulang sekarang, alhasil Naryo senang kegirangan.
Ia bergegas pergi ketumahnya untuk mengganti pakaian, lalu setelah itu pergi ke stasiun untuk pergi kerumah sakit menggunakan kereta.

Di perjalanan menuju stasiun, ia merasa ada yang aneh dengan dirinya, perasaan tak enak kian muncul disetiap langkahnya. Sampai pada akhirnya ia sampai di Stasiun Sudimara, lalu membeli tiket dan duduk di kursi sambil menunggu kereta. Perasaan aneh masih terus bermunculan, sampai pada akhirnya ada yang mengajaknya berbicara.
“Mau kemana mas? “

“Mau nemuin istri lahiran. “

“Hati-hati ya, semoga kamu bisa bertemu dengan anak kamu! “

Sunaryo heran dengan apa yang diucapkan orang tak ia kenali, namun ia mengabaikan itu dan pergi menuju kereta karna kereta tersebut sudah ada di depannya. Ketika Naryo sudah bersiap-siap ingin masuk kedalan gerbong tersebut, seseorang berbicara kepadanya, “Jangan naik kereta ini! “ Naryo menoleh ke arahnya, lalu kembali melihat ke arah kereta “Kereta ini? “ ucapnya sambil menoleh kepada orang yang tadi berbicara kepadanya.
Namun seketika, tidak ada orang tersebut di dekatnya. Ia hanya bisa mengabaikan, lalu pergi kedalam gerbong kereta tersebut.

Didalamnya, ramai sekali, dan tidak lama keretapun melaju. “Selamat memulai hidup yang baru! “ suara bisikan terdengar jelas pada telinga Naryo sontak ia terkejut, namun lagi-lagi entah siapa yang barusan berbicara.

Rasanya belum ada 1 jam perjalanan didalam kereta,namun rasa panik seketika mengguncang seisi gerbong. Tuas rem mendadak di tarik supaya tidak terjadi tabrakan, namun semua itu sudah terlambat. Naryo merasa hidupnya akan berakhir di dalam gerbong berapi ini, dan benar saja, seketika semua yang ia liat berubah hitam sama seperti yang terjadi pada korban lainnya. Tragedi Bintaro.



Tamat


Disqus comments