Hidup Berdampingan - Sesaat Pintar

Sunday, March 24, 2019

Hidup Berdampingan

Hidup Berdampingan

Ada banyak hal yang kita tidak ketahui di dunia ini, salah satunya mereka yang tidak bisa kita lihat. Banyak yang mengatakan bahwa hidup manusia berdampingan erat dengan dunia mereka yang sulit kita lihat.

Cerita demi cerita terus menyebar seiring perkembangan jaman, bagaikan dongeng sebelum tidur yang hanya untuk menakut-nakuti anak kecil.

Suatu kejadian yang sulit di pecahkan oleh akal sehat, selalu saja dikaitkan dengan keaktifan dunia supranatural. Hmm aneh memang, tapi ini lah adanya!

Salah satu cerita yang sering orang dengar adalah sesosok makhluk yang katanya menjadi penghuni di setiap bangunan-bangunan yang ada. Mulai dari penunggu sekolah, rumah sakit, bangunan sejarah, hingga rumah-rumah warga.

Aku salah satu orang yang mampu melihat mereka yang banyak orang sebut dengan sebutan Hantu, Setan, dedemit, dan apapun itu bahasanya. Ini bukan cerita ku tentang kehidupan ku yang berteman dengan mereka, melaikan cerita yang melawan rasa risih ku saat berjumpa dengan mereka.

Aku tidak takut kepada mereka, jikalau wajah mereka tidak menyeramkan dengan penampilan penuh dengan darah di sekujur tubuhnya. Namun ada hal yang membuat ku risih dengan keadaan ini, yaitu suara mereka yang kian banyak, bagaikan bisikan ucapan selamat malam disaat tidur.

Sering kali aku melihat makhluk-makhluk berterbangan di koridor sekolah, entah itu di area kantin, ataupun setiap lorong di sekolah ku.
Salah satu Hantu yang pernah aku lihat dengan jelas adalah hantu yang mengintip di balik dinding toilet sekolah.
Yang aku lihat, bukanlah hantu berwajah seram maupun terlihat banyak darah pada umumnya yang biasa kita dengar dari orang-orang. Hantu ini berambut hitam kecoklatan, berwajah cantik.

Pertama kali aku melihatnya, ketika aku baru saja menyelesaikan tugas sekolah pada pukul 5.00 sore, dan dari situ aku tidak segera pergi meninggalkan sekolah, karna masih ada beberapa teman-teman ku yang masih ingin di sekolah.

Canda tawa kita kumandangkan, dan tanpa kita ketahui bahwa hari semakin sore, salah satu temanku yang bernama Liya, ia bertirak menyebutkan kata Hey Tayo sangat kencang, dan ketika itu pun aku melihat ke arahnya yang sedang kembali dari arah Toilet, namun ada yang aneh dari apa yang aku perhatikan.
Terdapat Dia yang muncul dari balik dinding, namun menghilang dengan cepat.

Sontak aku menceritakan ini dengan teman ku yang kebetulan mengerti soal hantu, dan temanku hanya bilang, “Itu Cuma penunggu kamar mandi cuk, yang pernah ngerasukin kakak kelas tempo hari! “
Dari situlah aku mulai paham, setelah temanku yang bernama Azam menceritakan semuanya tentang sesosok makhluk misterius itu.

Dia hantu penunggu toilet guru, hantu yang memakai kebaya dengan wajahnya yang cantik. Azam bilang, hantu itu membenci keramaian, maka dari itu ia menampakan diri walaupun tak banyak orang mengetahui nya.

Hantu perempuan itu tidak jahat, tidak pernah mengganggu manusia, namun satu hal yang akan dia lakukan apabila ada seorang wanita yang sedang kesal terhadap seseorang, dan wanita itu melampiaskan kekesalannya di dekat area toilet guru itu makan hantu itu akan memasuki tubuhnya, dan memberi peringatan kepada orang-orang supaya tidak berisik,dan mengganggu ketenangannya.

Selain hantu sekolah, aku pun kian risih dengan hantu yang aku pernah aku temui di dekat sungai ketika aku pulang sekolah menuju rumah pukul 6.23 sore. Hari itu sudah mulai gelap, hanya aku dan temanku bernama Azhar.

Dua pohon ku lewati, namun di pohon kedua terdapat suara tangisan anak kecil, temanku pun menyadari suara itu, namun ketika kami ingin melewati pohon ke tiga, aku melihat ke arah sungai, dan sialnya aku melihat ke arah pohon ada seseorang di pohon itu.

Sontak aku terkejut dan kembali melihat ke arah jalan dan segera menanyakan hal tersebut kepada Azhar “Zhar, Lu liat ke pohon gede tadi deh! “
Azhar melihat ke arah pohon itu, namun tidak ada apa-apa di sana, dan untuk memastikan, akupun ikut melihat ke arah pohon itu, dan benar saja tidak ada apa-apa.

Banyak hal lainnya berupa wujud yang sering aku lihat, sekilas maupun jelas, namun aku tak masalah dengan itu, selagi hantu itu terlihat tidak menyeramkan.

Yang selama ini aku tidak suka dengan hantu, aku hanya takut bila ia muncul tiba-tiba di depan ku, mengejutkan ku, dan juga suara-suara bagai bisikan yang terdengar di telinga ku.

Namun selagi mereka tidak menakut-nakuti ku, aku tidak keberatan walaupun memang aku terganggu dengan suara-suara mereka. Tapi inilah kehidupan, selagi dunia ini masih ada, semuanya akan terus berdampingan.


TAMAT
Disqus comments